Seperti diberitakan AFP, Sabtu (28/5/2011), kebijakan ini mulai diberlakukan hari ini pada pukul 09.00 pagi waktu setempat selama 8 jam sehari. Para penduduk di jalur Gaza kini bisa pergi ke Mesir tanpa harus melalui blokade Israel.
Apa yang dilakukan Mesir ini tentu saja disambut gembira oleh kelompok Hamas di Palestina. Sebaliknya, Israel mengecam keras aktivitas tersebut.
Tidak hanya ratusan warga yang melintasi perbatasan, ada juga ambulans berisi pasien dari jalur Gaza yang hendak berobat di Mesir. Di dalam mobil ada 12 orang terluka.
"Saya datang kemari tiga tahun lalu untuk bergabung kembali dengan keluarga. Namun karena izin tinggal saya sudah habis, para petugas perbatasan melarang saya kembali hingga sekarang," kata Jamal Nijem, seorang warga Mesir yang 'terjebak' di Rafah.
(mad/ndr)











































