"G8 merupakan KTT ekonomi. Kami tidak peduli dengan keputusan-keputusannya," kata wakil Menteri Luar Negeri Libya Khaled Kaaim seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (28/5/2011).
Dikatakan Kaaim, pemerintah Libya juga menolak tawaran Rusia untuk menjadi mediator dan tak akan menerima mediasi yang mengesampingkan rencana damai dari AU. "Kami ini negara Afrika. Setiap inisiatif di luar kerangka AU akan ditolak," tegas pejabat rezim Libya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Khadafi dan pemerintah Libya telah gagal memenuhi tanggung jawab mereka untuk melindungi penduduk Libya dan telah kehilangan semua legitimasi. Dia tak punya masa depan di Libya yang bebas, demokratis. Dia harus pergi," demikian statemen bersama KTT G8.
Bertolak belakang dengan itu, para pemimpin Afrika dalam pertemuan di Addis Ababa, Ethiopia pada Kamis, 26 Mei lalu menyerukan dihentikannya serangan udara NATO atas Libya guna membuka jalan bagi solusi politik atas konflik Libya.
(ita/ita)











































