"Kami telah meminta PBB dan Perserikatan Afrika untuk menetapkan tanggal dan jam spesifik untuk gencatan senjata, untuk mengirimkan para pengamat internasional dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengakhiri pertempuran," kata Perdana Menteri Libya Baghdadi al-Mahmudi.
Mahmudi menyampaikan hal itu kepada para wartawan di Tripoli, ibukota Libya. Dikatakannya, gencatan-gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya oleh rezim Libya tidak dihormati oleh pihak mana pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pejabat tersebut menolak pengunduran diri pemimpin Libya Muammar Khadafi. "Muammar Khadafi ada di hati semua warga Libya. Jika dia pergi, mereka semua pergi," tuturnya.
Para pemimpin Afrika yang berkumpul dalam KTT di Addis Ababa, Ethiopia pada Kamis, 26 Mei waktu setempat menyerukan dihentikannya serangan-serangan udara NATO atas Libya. Namun NATO bersikeras akan terus melancarkan serangan udara di Libya sampai pasukan Khadafi berhenti melakukan kekerasan terhadap warga sipil.
(ita/nrl)











































