Pejabat-pejabat Kota Joplin mengatakan, 232 orang masih hilang sejak fenomena alam tersebut. Sementara jumlah korban tewas sejauh ini mencapai 125 orang, yang banyak di antara mereka belum diidentifikasi.
Sebagian orang yang hilang kemungkinan berada di antara jasad-jasad yang belum teridentifikasi. Otoritas setempat mengimbau keluarga korban untuk bersabar menunggu proses identifikasi korban selesai. Proses tersebut termasuk tes DNA dan pemeriksaan sidik jari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Spiller, sebagian dari mereka yang hilang itu kemungkinan hanya karena tak bisa menghubungi keluarga mereka. Meski beberapa orang kemungkinan masih tertimbun reruntuhan. Untuk itu operasi pencarian pun masih terus dilakukan.
Tornado yang menerjang Joplin disebut-sebut sebagai tornado tunggal paling mematikan di Amerika dalam kurun waktu enam dekade. Diperkirakan lebih dari 900 orang mengalami luka-luka akibat tornado tersebut. Sementara sekitar 2 ribu bangunan hancur rata dengan tanah.
(ita/nrl)











































