Seperti dilansir Reuters, Sabtu (21/5/2011), kepolisian Palestina menyatakan, penembakan terhadap orang yang diduga sebagai mata-mata ini adalah kali kedua dalam bulan ini.
Seperti diketahui, para militan memang memiliki tradisi main hakim sendiri terhadap orang yang dituduh berkerjasama dengan Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembunuhan di Tepi Barat menjadi jarang sejak pasukan polisi, yang diawasi sayap kanan pendukung Presiden Mahmoud Abbas, memulihkan hukum dan ketertiban beberapa tahun terakhir ini.
Di bawah pengawasan Barat, Abbas tidak memberi persetujuan penghukuman mati warga Palestina yang ditahan karena berkhianat. Namun demikian, faksi Hamas yang mengontrol Jalu Gaza mengabaikannya dan mengeksekusi orang yang dituduh mata-mata tersebut pada 4 Mei. Hal ini menggarisbawahi perbedaan Hamas dan Fatah yang dipimpin Abbas.
(lrn/lrn)










































