Pertimbangan untuk melarang secara nasional demonstrasi massa menjelang pemilu lokal itu disampaikan PM Zapatero melalui radio hari ini, (20/5/2011).
Sementara situsweb World Socialist, dikutip detikcom petang ini, melaporkan bahwa Madrid Electoral Board sudah lebih dulu mengeluarkan larangan untuk berdemo di ibukota. Polisi anti huru-hara sudah diturunkan dan meminta orang-orang menunjukkan kartu identitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilaporkan, ribuan massa pengunjuk rasa terus menduduki alun-alun Puerta del Sol, Madrid, dan alun-alun besar lainnya di kota-kota seluruh Spanyol, menyusul demonstrasi besar pada Minggu lalu.
Memprotes kebijakan efisiensi sektor sosial, massa mengusung slogan βDemocracia Real Ya! (Demokrasi Nyata Sekarang Juga!), "Kami Bukan Komoditi di Tangan Politisi dan Bankir,"
Massa meneriakkan kata-kata anti politisi, bankir dan para pengurus partai. Spanduk-spanduk berkibar, "Mereka yang Bersalah Suruh Bayar Resesi Ini", "Perjuangan Adalah di Jalanan, Bukan di Parlemen."
Mereka turun ke jalan setelah pemerintah memotong anggaran untuk pendidikan, kesehatan masyarakat, dan sektor pelayanan publik lainnya, akibat resesi yang membelit negeri itu. Sementara pengangguran di kalangan muda meningkat dan pekerjaan semakin sulit didapat.
Di Madrid, larangan otoritas setempat tak diindahkan. Massa tetap turun ke jalan menggelar demonstrasi. Panitia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan suplai makanan, mengkoordinasikan aksi protes, komunikasi dan urusan legal lainnya selama berlangsungnya pendudukan alun-alun penting di kota Madrid itu.
Sementara itu komentar-komentar di Twitter dan Facebook menggambarkan paralel antara demo yang tengah berlangsung di Spanyol dengan protes massa di Mesir, khususnya di Tahrir Square, Kairo, yang berujung dengan jatuhnya rezim Hosni Mubarak.
(es/es)











































