Satu dari empat mesin pesawat harus dimatikan oleh pilot karena adanya "peningkatan vibrasi dan suhu tinggi".
"Pilot mematikan mesin itu dan sebagai pencegahan, kembali ke Bangkok," kata juru bicara Qantas seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesawat bisa terbang secara aman dengan tiga mesin dan melakukan pendaratan normal di Bangkok tak lama kemudian," imbuh juru bicara tersebut.
Sebelumnya pada Selasa, 17 Mei lalu, pesawat Qantas yang bertolak dari Singapura menuju Melbourne, Australia terpaksa dialihkan ke Adelaide, Australia setelah pilot mendapati pesawat mulai kehabisan bahan bakar. Pesawat Airbus A380 itu diyakini boros bahan bakar dikarenakan cuaca buruk.
(ita/nrl)










































