Hakim Michael Obus, seperti dikutip dari AFP, menyatakan bahwa Strauss juga diwajibkan memberikan obligasi sebesar 5 juta dollar, serta memakai gelang elektronik. Selain itu ia juga wajib menyerahkan seluruh dokumen-dokumen perjalanan yang ia punyai.
Namun Strauss masih harus menghabiskan satu malam lagi di penjara karena penandatanganan uang jaminan tersebut baru akan berlaku mulai Jumat waktu setempat. Pengacara Strauss, William Taylor berhasil meyakinkan hakim untuk mengabulkan permintaan kliennya.
Ia menyatakan bahwa kliennya adalah seorang yang terhormat sehingga tidak akan mungkin untuk melarikan diri ke luar negeri. "Kami sangat senang dengan keputusan hakim karena mengabulkan permohonan kami, ini adalah sebuah kemajuan besar bagi dia dan keluarganya, sehingga mereka bisa berkumpul bersama," ujar William Taylor kepada para wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Strauss-Kahn yang telah menjabat sebagai Direktur IMF sejak tahun 2007 pada Minggu, 15 Mei lalu dicokok polisi AS ketika berada di bandara John F. Kennedy sesaat sebelum bertolak ke Prancis. Strauss-Kahn ditangkap setelah ada laporan serangan seksual kepada seorang pelayan wanita, Sofitel New York berusia 32 tahun. Strauss-Kahn berada di kamar hotel bertarif US$ 3.000 per malam itu untuk urusan bisnis.
Menurut kepolisian, Strauss-Kahn melakukan penyerangan secara seksual dan percobaan perkosaan terhadap pelayan wanita itu pada siang hari. Strauss-Kahn kini meringkuk di penjara Rikers Island, setelah pembayaran jaminannya ditolak. Pengacara Strauss-Kahn membantah tudingan tersebut, dengan mengatakan Strauss-Kahn sudah check-out dari hotel ketika serangan seksual atas pelayan itu terjadi.
(ape/ape)











































