Demikian pernyataan militer AS seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (19/5/2011). Pria tersebut diidentifikasi sebagai Inayatullah. Menurut militer AS, Southern Command, pria itu mengaku sebagai perencana untuk operasi-operasi terorisme Al Qaeda. Dia mulai ditahan di Guantanamo pada September 2007 silam.
Menurut statemen militer AS tersebut, para petugas penjara Guantanamo menemukan Inayatullah tidak bergerak dan tidak bernafas saat mereka melakukan pemeriksaan rutin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inayatullah merupakan tahanan ke-8 yang tewas di penjara Guantanamo sejak pemerintah AS mulai mentransfer para tahanan ke penjara itu menyusul tergulingnya Taliban di Afghanistan pada tahun 2001.
Menurut militer AS, Inayatullah telah bertemu dengan anggota-anggota Al Qaeda lokal, mengembangkan rute-rute perjalanan dan mengkoordinir dokumentasi, akomodasi dan kendaraan-kendaraan untuk menyelundupkan para pejuang Al Qaeda lewat Afghanistan, Iran, Pakistan dan Irak.
Southern Command menyatakan, Dinas Investigasi Kriminal Angkatan Laut AS akan menyelidi kematian tahanan tersebut. Ini merupakan prosedur yang harus dilakukan atas semua kasus kematian tahanan.
Tahun lalu, hakim federal AS membatalkan komplain oleh keluarga dua tahanan Guantanamo yang tewas pada tahun 2006. Pentagon menyatakan keduanya tewas bunuh diri namun pihak keluarga tidak terima dan mengajukan komplain.
Pentagon tetap bersikeras bahwa kedua pria itu, Yasser al-Zahrani asal Arab Saudi dan Salah al-Salami asal Yaman serta tahanan ketiga Mani al-Utaybi dari Arab Saudi tewas bunuh diri di sel mereka dengan gantung diri.
(ita/nrl)











































