Pesawat Airbus A330 tersebut mendarat kembali di Bandara Changi, Singapura tanpa insiden pada Senin dini hari waktu Singapura. Salah seorang penumpang, Beawiharta yang merupakan fotografer Reuters menceritakan pengalaman menegangkan itu.
Dikatakan Beawiharta, sekitar 20 menit setelah lepas landas dari Bandara Changi, terdengar dua kali suara dentuman keras. Pesawat kemudian berguncang dengan hebat dan lampu-lampu pun padam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat api! Saya melihat api!" kata Beawiharta menirukan ucapan putranya seperti diberitakan Reuters, Senin (16/5/2011).
"Kita akan mati? Kita akan mati?" tanya Pradipta dengan panik. "Saya pegang tangannya dan bilang dengan tegas: Tidak, kita akan hidup," ujar Beawiharta menenangkan putranya.
"Di belakang kami, para penumpang berdoa: Tuhan, selamatkan penerbangan kami. Lindungi kami!" kata Beawiharta.
Pesawat bernomor penerbangan CX715 yang mengangkut 136 orang itu berhasil mendarat dengan selamat. Tak ada penumpang ataupun kru yang terluka. Setelah insiden itu, pilot pun menemui para penumpang yang berkumpul di ruang tunggu terminal bandara dan berterima kasih atas ketenangan para penumpang.
(ita/fay)










































