"Mullah (pemimpin-red) kami mengatakan saat kami melakukan serangan bunuh diri, semua orang akan mati, tapi kami akan tetap hidup," ujar Ghulam Farooq, seperti dilansir The Strait Times, Minggu (15/3/2011).
Ghulam merupakan bocah Pakistan berusia 9 tahun. Ia meninggalkan rumahnya bersama 3 bocah lainnya untuk pergi ke timur Afghanistan. Menurut Intelijen Afghanistan, mereka diberitahu akan ada dua anggota Taliban yang bersiap menjemput mereka di perbatasan. Namun, sebelum mereka sempat bertemu penjemputnya tersebut, Intelijen Afghanistan menangkap mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditemui wartawan di pusat pelatihan tersebut, Ghulam melempar senyum. Ia mengatakan akan belajar menenun karpet, pertukangan dan kerajinan lainnya. Dalam pusat pelatihan tersebut terdapat belasan bocah, kebanyakan dari mereka ditahan karena kasus kriminal.
(adi/van)











































