Utusan Obama Untuk Timur Tengah Mengundurkan Diri

Utusan Obama Untuk Timur Tengah Mengundurkan Diri

- detikNews
Sabtu, 14 Mei 2011 13:27 WIB
Utusan Obama Untuk Timur Tengah Mengundurkan Diri
Washington - Utusan khusus Presiden AS Barack Obama untuk Timur Tengah, George Mitchell, mengundurkan diri dari jabatannya. Tidak disebutkan alasan pengunduran diri tersebut.

Pengunduran diri itu diumumkan oleh Obama yang memuji kerja keras Mitchell untuk memajukan kepentingan AS dan perdamaian Timur Tengah.

"Komitmen mendalamnya untuk menyelesaikan konflik dan memajukan demokrasi telah memberikan kontribusi tak terkira bagi tujuan dua negara yang hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan," ujar Obama dalam statemennya seperti dilansir AFP, Sabtu (14/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam surat pengunduran dirinya kepada Obama, Mitchell tidak menyebutkan alasannya mundur. Hanya dikatakan bahwa dirinya selalu berniat menjabat dua tahun saja ketika ditunjuk oleh Obama pada Januari 2009. Pengunduran diri Mitchell akan berlaku efektif pada 20 Mei mendatang.

"Saya sangat mendukung visi Anda tentang perdamaian komprehensif di Timur Tengah dan berterima kasih pada Anda karena telah memberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari pemerintahan Anda," ujar Mitchell dalam surat pengunduran dirinya untuk Obama.

Obama memilih Mitchell menjadi utusan Timur Tengah di awal pemerintahannya pada tahun 2009. Mantan senator AS itu diharapkan akan menggunakan keahlian negosiasinya yang terkenal untuk konflik Palestina-Israel.

Mitchell telah lama dikenal akan keberhasilannya sebagai perantara kesepakatan bersejarah di Irlandia Utara pada tahun 1998 yang mengakhiri konflik berkepanjangan. Namun ternyata keberhasilan serupa tak bisa dicapai Mitchell dalam konflik Timur Tengah.

Dalam pidatonya di depan para pakar kebijakan luar negeri di Washington tahun lalu, Mitchell pernah menyampaikan keyakinannya bahwa tak ada konflik yang tak bisa diselesaikan.

"Saya sangat percaya bahwa tak ada konflik yang tak bisa diakhiri. Konflik-konflik itu diciptakan, dilakukan dan dipertahankan oleh umat manusia. Itu bisa diakhiri oleh umat manusia," ujar Mitchell.

Namun dua tahun telah berlalu dan meski adanya berbagai kunjungan dan pembicaraan tertutup, Israel dan Palestina belum juga berhasil mencapai perjanjian damai yang telah lama didambakan.


(ita/ita)


Berita Terkait