"Kepala otoritas Lembaga Antikorupsi (IGA), Assem Al Gohari telah memerintahkan penahanan 15 hari terhadap Suzanne Thabet sambil menunggu hasil penyelidikan atas tuduhan penyalahgunaan posisinya untuk memperoleh kekayaan secara ilegal," demikian diberitakan kantor berita Mesir, seperti dikutip, AFP Jumat (13/5).
Otoritas setempat saat ini masih mempersiapkan pemindahan Suzanne ke penjara perempuan di Qanatar.
"Persiapan pemindahan Suzanne sedang disiapkan dari Rumah Sakit Sharm el-Sheikh ke penjara perempuan Qanatar," ujar Kepala Keamanan Sinai Selatan, Mohamed al-Khatib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, kerumunan massa di Tahrir Square bersorak-sorai saat mendengar kabar rencana penahanan istri mantan orang nomor satu di Mesir itu.
Suzanne dituding sebagai pendorong di balik rencana pengambilalihan kekuasaan dari suaminya, Mubarak, ke putranya, Gamal.
Kantor penyidikan setempat menyatakan, langkah Kementerian Kehakiman tersebut merupakan pertama kalinya pemerintah menerapkan tuduhan kepada keluarga Mubarak atas tudingan memperoleh kekayaan secara ilegal.
Mubarak sendiri sudah ditahan sejak 13 April lalu di RS Sharm el-Sheik setelah dilaporkan mengalami serangan jantung. Dia telah diinterograsi Kejaksaan setempat atas beberapa tuduhan, termasuk pemesanan penembak antirezim Mubarak.
(ahy/lrn)











































