Taliban Sebut Bom Bunuh Diri Pakistan Untuk Balas Dendam Osama

Taliban Sebut Bom Bunuh Diri Pakistan Untuk Balas Dendam Osama

- detikNews
Jumat, 13 Mei 2011 14:20 WIB
Taliban Sebut Bom Bunuh Diri Pakistan Untuk Balas Dendam Osama
Miranshah - Bom bunuh diri di akademi paramiliter di Kota Charsadda, barat laut Pakistan, menewaskan 69 orang tewas. Taliban mengklaim bom itu untuk membalas tewasnya pimpinan Al Qaeda, Osama bin Laden.

"Ini balas dendam pertama atas tewasnya Bin Laden sebagai martir. Akan ada lagi," ujar juru bicara Taliban, Ehsanullah Ehsan melalui telepon dari lokasi yang dirahasiakan seperti dilansir Reuters, Jumat (13/5/2011).

Bom bunuh diri ini adalah serangan terbesar sejak tewasnya pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) di suatu rumah besar di Abbottabad, Pakistan pada 2 Mei 2011 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bom bunuh diri terjadi pada pagi hari saat siswa paramiliter berjalan ke luar gerbang akademi paramiliter Constabulary Frontier. Mereka akan meninggalkan akademi untuk masa liburan.

"Saat kita duduk di dalam bus ada ledakan kecil. Sesaat kemudian ada ledakan kedua yang besar. Saya tiba-tiba merasa jatuh ke jalan dan pingsan," ujar salah satu tentara Shafeeq-ur-Rehman, yang terluka di kaki karena ledakan itu seperti dilansir Reuters, Jumat (13/5/2011).

Pemandangan di luar akademi itu mengenaskan, kolam bercampur darah dengan topi-topi dan sepatu tentara. Kini Rehman, bersama korban luka dan tewas dibawa ke RS Lady Reading di Kota Peshawar. RS itu dipenuhi tangisan kerabat korban, baik yang tewas dan terluka.

"Kenapa kami dibunuh? Perang siapa ini sebenarnya? Apa dosa kita?" tanya seorang tua yang berjenggot, yang anak lelakinya menjadi korban bom itu.

Polisi setempat mengatakan bom ada dua ledakan pagi ini dan menyatakan bom itu adalah bom bunuh diri. Pengebom bunuh diri menggunakan sepeda motor.

"Korban tewas mencapai 69 orang, ini adalah bom bunuh diri," ujar Kepala Polisi Kota Charsadda, Nisar Sarwat.Dari 69 korban tewas, imbuhnya, 65 orang di antaranya adalah siswa akademi.

(nwk/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini