Aksi penembakan itu dilakukan aparat untuk membubarkan para demonstran yang tengah berjalan dari Universitas Sanaa menuju kantor-kantor pemerintah di ibukota Yaman, Sanaa. Demikian diungkapkan saksi-saksi mata dan paramedis seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (12/5/2011).
Bahkan menurut paramedis, selain melepaskan tembakan dan gas air mata, pasukan keamanan Yaman juga menggunakan air panas terhadap para demonstran di Universitas Sanaa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini 16 orang tewas akibat kekerasan aparat Yaman tersebut. Angka tersebut terdiri dari 12 demonstran yang tewas ditembak di Sanaa, dua demonstran di Kota Taiz dan dua demonstran yang tewas ditembak di Kota Dhamar dan Hudayda.
Sekitar 170 orang telah tewas sejak aksi protes antipemerintah melanda Yaman pada akhir Januari lalu. Sejauh ini Saleh bersikeras menolak mundur.
(ita/nrl)











































