Pengebom meledakkan bahan peledak yang dipasangkan ke tubuhnya ketika polisi mencoba menghentikan dia untuk memeriksanya. Ledakan bom itu menewaskan seorang perwira polisi dan melukai satu polisi lainnya. Si pengebom juga tewas.
Demikian disampaikan seorang pejabat Rusia yang enggan disebutkan namanya seperti diberitakan Reuters, Selasa (10/5/2011).
Kantor berita Rusia, Interfax awalnya memberitakan peristiwa itu sebagai ledakan bom mobil. Namun media itu kemudian mengutip pejabat kepolisian yang menyebutkan pengeboman itu dilakukan oleh pengebom bunuh diri.
Insiden berdarah terjadi hampir setiap hari di provinsi-provinsi yang didominasi warga muslim di wilayah Kaukasus Utara. Di wilayah itu, kelompok separatis menginginkan terbentuknya negara Islam.
(ita/nrl)











































