Menurut para saksi mata seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (9/5/2011), lusinan orang juga terluka dalam insiden itu. Dalam peristiwa itu, pasukan keamanan Yaman melepaskan tembakan dan gas air mata untuk membubarkan massa yang berdemo di Taizz.
Seorang petugas medis di rumah sakit setempat mengatakan, mereka telah menerima jasad seorang demonstran yang tewas ditembak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Januari lalu, ratusan ribu orang telah melakukan aksi unjuk rasa di beberapa kota di Yaman, termasuk Sanaa, Aden dan Taizz. Mereka menyerukan pengunduran diri Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh. Dalam aksinya, para demonstran juga menyerukan pemberantasan korupsi dan pengangguran.
Saleh telah berkuasa selama hampir 33 tahun. Meski terus didesak untuk mundur secepatnya, namun Saleh bersikeras untuk terus memimpin hingga masa jabatannya selesai.
(ita/nrl)











































