"Tunjukkan foto sebagai peringatan kepada orang lain yang mencari kehancuran Amerika. Tak ada (aksi) mengendap-ngendap/diam-diam, tak ada politisasi, tak ada drama, itu bagian dari misi," tulis Palin dalam akun Twitternya seperti dilansir Daily Mail, Jumat (6/5/2011).
Dalam pidatonya di Alabama, mantan gubernur Alaska itu mengaitkan penolakan Obama merilis foto itu dengan kebebohan tentang akta kelahirannya pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kalangan penasihat senior Obama, terlibat perdebatan sengit perlu tidaknya merilis foto Osama yang disebut "mengerikan" itu. Sejumlah penasihat mendesak agar foto itu dirilis dengan harapan menghentikan spekulasi teori konspirasi yang berpendapat Osama masih hidup.
Obama menolak mengeluarkan foto itu dengan alasan keamanan nasional dan bisa menjadi alat propaganda bagi militan di seluruh dunia.
Tak beberapa lama kemudian, sejumlah foto 3 jasad yang diperkirakan anak Osama (Khalid), seorang kurir kepercayaan (Arshad Khan) dan seorang pembantu yang tewas dalam penggerebekan, muncul di publik. Gambar itu diambil sejam setelah penyerangan AS dan menunjukkan tiga jasad tergeletak dalam genangan darah tanpa senjata.
(nrl/vit)











































