"Perancis telah mendeklarasikan persona non grata terhadap 14 orang mantan diplomat Libya yang selama ini ditempatkan di Perancis," demikian pernyatan Kantor Kementerian Luar Negeri Perancis seperti dilansir AFP, Jumat (6/5/2011).
Dengan mengeluarkan pernyataan ini, maka pemerintah Perancis tidak lagi mengakui status mereka sebagai diplomat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan pihak Kemlu Perancis mengusir mereka karena para mantan diplomat tersebut dianggap ikut terlibat dalam aktivitas yang tidak sesuai dengan Resolusi PBB dan bertentangan dengan perlindungan terhadap warga sipil Libya.
Sementara itu, salah seorang diplomat Perancis yang enggan disebutkan namanya, menuturkan bahwa keputusan ini seudah diambil sejak beberapa waktu lalu. Namun, dalam perjalanannya membutuhkan proses sehingga baru dideklarasikan sekarang.
Salah satu pertimbangannya adalah para diplomat tersebut menggunakan statusnya untuk berlindung dari kejaran tentara anti-Khadafi. "Banyak dari orang-orang ini yang menggunakan status diplomat mereka sebagai kedok," terang diplomat tersebut seperti dilansir Reuters.
Perancis menjadi negara asing pertama yang mengakui secara formal Dewan Nasional Transisi, yang secara politik dipimpin oleh para pemberontak Libya yang menentang Khadafi. Pasca aksi pemberontakan pecah pada Februari lalu, duta besar Perancis dan UNESCO yang ada di Paris dengan terang-terangnya menyatakan dukungan kepada para pemberontak anti-Khadafi. Mereka juga memprotes penindasan yang dilakukan tentara Khadafi terhadap warga sipil di Libya.
(nvc/nrl)











































