Seperti dilansir AFP, Kamis (5/5/2011), Cwele terbukti bersalah karena menggunakan seorang wanita muda sebagai kurir untuk menyelundupkan kokain ke sebuah negara. Penahanan Cwele ini lantas membuat kubu oposisi menuntut pengunduran diri suaminya, Siyabonga Cwele.
Cwele dihukum bersama seorang Nigeria Frank Nabolisa di Pengadilan Tinggi wilayah selatan kota Pietermaritzburg. Namun keduanya tetap mengaku tak bersalah dan menyatakan banding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Cwele ditangkap Januari 2010 dan keluar tahanan dengan jaminan. Hakim Piet Koen mengatakan, Cwele and Nabolisa terbukti jelas telah berkerja sama untuk merekrut dua orang wanita sebagai kurir.
Dugaan perdagangan narkoba terhadap Cwele ini mengemuka pada 2009 setelah penangkapan Tessa Beetge, seorang warga negara Afrika Selatan, di Brasil. Dia ditangkap dengan 10 kilo kokain dengan nilai hampir US$ 300.000.
Orang tua Beetge kemudian memberi tahu sebuah surat kabar di Afsel bahwa Cwele, mantan tetangganya, telah mengatur anaknya ke Brasil, setelah menawarinya sebuah pekerjaan lintas negara. Beetge saat ini sedang menjalani hukuman di Sao Paulo.
Wanita lainnya, Charmaine Moss, dipekerjakan untuk mengumpulkan sebuah paket yang tidak ditentukan di Turki. Beruntung, Moss akhirnya menolak tawaran itu dan berbalik menjadi saksi.
(lrn/Ari)











































