Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Zaher Azimy mengatakan, badan intelijen Pakistan harusnya mengetahui bahwa Osama bersembunyi tak jauh dari Islamabad.
Menurut Azimy, kasus Osama ini juga menimbulkan pertanyaan akan kemampuan Pakistan untuk menjaga persenjataan nuklirnya. Azimy mempertanyakan bagaimana mungkin badan intelijen Pakistan tidak tahu soal keberadaan rumah besar tempat persembunyian Osama. Apalagi rumah itu terletak dekat akademi militer Pakistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika badan intelijen Pakistan tidak menyadari rumah dekat akademi tersebut, itu membuat badan tersebut dipertanyakan. Seandainya saya ini analis keamanan, saya akan mengangkat pertanyaan-pertanyaan yang sangat penting ini," cetus pejabat Afghanistan itu.
Menurut Azimy, pasca tewasnya Osama juda menimbulkan banyak pertanyaan mengenai badan intelijen, Inter-Services Intelligence (ISI) dan militer Pakistan, termasuk kemampuannya melindungi persenjataan nuklir.
"Jika badan itu tidak tahu bahwa teroris terbesar telah tinggal di sana selama enam tahun, bagaimana bisa menjaga senjata-senjata strategisnya," tanya Azimy.
"Bagaimana dunia bisa yakin bahwa senjata atom dan strategis tak akan dalam bahaya di masa mendatang," imbuhnya.
(ita/nrl)










































