Zarar adalah bocah yang menetap di sekitar rumah persembunyian Osama di Abbottabad, Pakistan, 120 km dari Islamabad. Dia mengaku biasa bermain di rumah yang memiliki dua lapis pengamanan itu.
"Saya biasa ke rumah mereka. Dia (Osama) punya dua istri, satu bicara dengan bahasa Arab, lainnya berbahasa Urdu. Mereka memiliki tiga anak, seorang anak perempuan dan dua anak lelaki. Mereka memberi saya dua ekor kelinci. Mereka memasang sebuah kamera di gerbang luar sehingga mereka bisa melihat orang-orang sebelum mereka memasuki rumah," kata Zarar Ahmed.
Kisah Zarar ini disampaikannya kepada BBC dan dilansir media Inggris, Daily Mail, Rabu (4/5/2011). Anak-anak Osama itu juga bersekolah di kawasan setempat.
Anak-anak yang bermain bola di sekitar rumah besar (mansion) itu juga sering mendapat 'keuntungan'. Anak-anak dilarang memungut bola bila bola terlempar masuk ke area rumah seharga Rp 8,5 miliar itu.
"Bila sebuah bola masuk ke kompleks bin Laden, anak-anak tidak boleh mengambilnya," kata seorang pedagang es krim setempat, Tanvir Ahmed.
"Mereka akan mendapat uang sebagai gantinya, 100-150 rupe (2-3 dolar) setiap bola," ujarnya.
AS menuding Osama setidaknya telah menetap di rumah itu selama 6 tahun. Pakistan yang "malu" karena kebobolan Osama, menangkisnya dan menyebut Osama belum lama berada di Abbottabad, kota yang didirikan oleh tentara Inggris, Mayor James Abbott.
(nrl/vit)











































