Misalnya saja jumlah istri dan anaknya. Media Inggris, Daily Mail, edisi Rabu (4/5/2011) menduga Osama adalah ayah 12 hingga 24 anak.
Tidak dijelaskan apakah anak-anak itu termasuk 4 anak Osama yang diamankan otoritas Pakistan setelah penggeberekan pada Senin (2/5) dinihari lalu. Anak-anak itu berusia hingga 12 tahun, satu di antaranya bernama Sofia. Selain mereka, otoritas Pakistan juga mengamankan dua perempuan, diduga istri Osama. Kedua perempuan itu, menurut saksi mata, satu berbahasa Arab, satu berbahasa Urdu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wasiat yang keotentikannya diperdebatkan itu, Osama meminta maaf pada anak-anaknya karena mengabaikan mereka untuk berjihad. Osama juga berpesan agar anak-anaknya tidak mengikuti jejaknya bergabung dengan Al Qaeda.
Isi wasiat itu bertolak belakang dengan pengakuan salah seorang anak Osama, Omar, pada koran Guardian pada 2009.
"Dia tidak pernah memintaku bergabung dengan Al Qaeda, namun dia mengatakan saya adalah anak yang dipilih untuk melaksanakan pekerjaan itu," kata Omar yang juga penulis buku Growing Up Bin Laden ini.
Anak Osama lainnya, Saad, terbunuh pada 2009 dalam sebuah serangan pesawat, diduga menjadi orang dekat Osama dan berjuang bersamanya di Pakistan. Anak lainnya, Khalid (versi lain menyebut Hamza), tewas bersama Osama dalam penyergapan pasukan komando khusus US Navy Seal 2 Mei 2011.
Rohan Gunaratna, penulis Inside Al Qaeda yang juga direktur International Centre for Political Violence and Terrorism Research, yakin dokumen tersebut asli.
"Saya tidak ragu dokumen ini real," katanya kepada ABC News. "Meskipun puritan, bin Laden memiliki gaya manajemen yang agak modern," ujarnya.
"Dia tidak ingin mereka (anak-anak Osama) mewarisi apa yang dia bangun karena mereka adalah anak-anaknya. Dia ingin mereka membangun dari bawah ke atas," imbuhnya.
Namun Michael Scheuer, seorang veteran agen CIA, yang pernah memimpin operasi pencarian Osama, berpendapat surat wasiat itu palsu. "Tidak ada di dalamnya yang menyerupai pola pikir bin Laden. Semua struktur bahasanya salah," ujarnya.
(nrl/vit)










































