Umat Muslim AS Sambut Kematian Osama bin Laden

Umat Muslim AS Sambut Kematian Osama bin Laden

- detikNews
Selasa, 03 Mei 2011 04:01 WIB
Umat Muslim AS Sambut Kematian Osama bin Laden
Jakarta - Warga muslim Amerika menyatakan kegembiraannya atas tewasnya pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden. Tewasnya Osama dinilai mampu membuang stigma buruk yang melekat pada komunitas mereka sejak serangan 11 September 2001 lalu.

"Ini adalah hal terbaik yang telah terjadi. Setiap orang merayakan," kata Sam Elhaf (44), di Dearborn, Michigan, tempat di mana komunitas Muslim terbesar di AS berada, seperti dikutip dari Reuters.com, Selasa (3/5/2011).

Komunitas Muslim di AS selama ini selalu dikaitkan-kaitkan dengan Al Qaeda dan Osama bin Laden. Stigma bahwa islam mengajarkan kekerasan melalui jihad selama ini kerap menghantui mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah mimpi buruk, karena kami terus menjelaskan kepada orang Amerika bahwa kita tidak terkait dengan bin Laden. Kami telah berusaha keras untuk meyakinkan masyarakat bahwa umat Islam tidak satu pemikiran dengan mereka," kata Imam Muhammad Musri dari Islam Society of Central Florida.

"Kami juga korban ideologi kebencian dari bin Laden. Orang itu membajak agama kami, kejahatan dilakukan atas nama agama kami, dan menyebabkan kerusakan terbesar bagi komunitas Muslim Amerika dan Islam," terangnya.

Musri dan beberapa Muslim lainnya menyatakan dengan tewasnya bin Laden oleh pasukan AS pada Senin (2/5) kemarin di Pakistan, memberikan Muslim Amerika dan orang Amerika lainnya kesempatan untuk memperbaiki kesalahpahaman dan perbedaan.

"Muslim.. terus menjadi korban dalam pertumbuhan Islamofobia di sini, sehingga tewasnya bin Laden, tentu pada tingkat simbolis, dalam jangka pendek, bisa mengurangi tekanan itu," kata profesor agama dan urusan internasional John Esposito, di Georgetown University.

Setidaknya 7 juta umat Muslim di Amerika Serikat telah merasakan perlakuan yang tidak adil. Mereka selalu disamakan dengan muslim Arab yang merencanakan dan melaksanakan serangan mematikan 11 September kelabu itu.


(her/adi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads