Hingga kini, pemerintah Mesir masih membicarakan mekanisme pembukaan akses di perbatasan Mesir-Gaza tersebut.
"Rencana membuka akses permanen itu untuk mengurangi penderitaan rakyat Palestina. Tapi mekanismenya masih dipelajari," ujar Jubir Kementerian Luar Negeri Mesir Menha Bakhoum kepada reuters, Senin (2/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pintu gerbang tersebut hanya sesekali dibuka untuk mengirim obat dan makanan. Atau saat orang Palestina benar-benar membutuhkan pengobatan ke Mesir. Sementara Israel menutup rapat-rapat Jalur Gaza ini dari laut. Kawasan ini seolah-olah terisolir dari dunia luar.
Warga asing yang hendak mengunjungi Gaza juga harus mendapat izin khusus dari pemerintah Mesir.Β
(rdf/ahy)











































