12 Staf PBB tersebut meninggalkan Tripoli setelah demonstran melakukan serangan ke Kedutaan Besar Inggris dan Itali, setelah serangan udara NATO yang terjadi sehari sebelumnya. Dalam serangan tersebut, Libya menyebut seorang putra dan tiga cucu pemimpim Kadafi tewas.
"Rupanya ada kerusuhan di Tripoli dan staf PBB memutuskan untuk meninggalkan kota," kata juru bicara kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, Stephanie Bunker, seperti dikutip Reuters, Senin (2/5/2011) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PBB menyatakan, Staf Internasional PBB akan menutup bagian barat Libya dari tetangganya, Tunisia.
Bunker mengatakan, keputusan tersebut tidak mempengaruhi staf lokal PBB. PBB mengirim staf internasional ke Tripoli sebulan lalu setelah OCHA mencapai kesepakatan dengan pemerintah Libya dalam persoalan kemanusiaan.
Bunker juga menyatakan, PBB juga memiliki staf internasional di Benghazi, kota yang dikuasai pemberontak Libya, namun kantor di sana tidak terpengaruh terhadap putusan yang telah disepakati tersebut.
(ahy/rdf)











































