Padahal saat itu, pemimpin Libya Muammar Khadafi sedang menyampaikan pidatonya. Atas serangan itu, NATO dituding sengaja menargetkan Khadafi.
"Sebuah bangunan dekat gedung Jamahiriya dibombardir saat siaran pidato Muammar Khadafi dan itu berarti targetnya adalah pemimpin revolusi sendiri," demikian pernyataan stasiun TV Libya usai pidato Khadafi seperti diberitakan Reuters, Sabtu (30/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dalam pidatonya itu, Khadafi juga mengajak NATO untuk bernegosiasi guna menghentikan serangan-serangan udara atas Libya. Khadafi bahkan mencetuskan, jika memang minyak yang dikejar negara-negara koalisi maka tak ada masalah dalam menegosiasikan kontrak.
(ita/ita)










































