Tida demonstran lainnya divonis penjara seumur hidup atas kasus yang sama. Persidangan ketujuh terdakwa tersebut digelar secara tertutup. Mereka didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap pegawai pemerintah.
Menurut organisasi-organisasi HAM di Bahrain seperti dilansir BBC, Kamis (28/4/2011), para terdakwa tak bisa berkomunikasi dengan keluarga ataupun teman-teman mereka. Mereka juga tidak mendapatkan bantuan hukum yang memadai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi kian memanas setelah pasukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab didatangkan ke Bahrain. Pemerintah Bahrain mengundang pasukan asing tersebut untuk membantu mengatasi aksi demo.
Terinspirasi oleh penggulingan kekuasaan di Mesir dan Tunisia, warga Bahrain turun ke jalan untuk meminta Perdana Menteri Sheik Khalifa bin Salman Al-Khalifa mundur. Para demonstran juga meminta tahanan politik dibebaskan dan dibentuk konstitusi baru.
(ita/nrl)











































