"Otoritas Palestina harus memilih antara berdamai dengan Israel atau berdamai dengan Hamas. Tidak bisa berdamai dengan keduanya karena Hamas berusaha menghancurkan negara Israel dan menyatakannya dengan sangat terbuka," kata Netanyahu seperti dilansir AFP, Rabu (27/4/2011).
Netanyahu menyatakan itu usai diumumkannya partai Fatah dan Hamas menyetujui perjanjian bahwa mereka akan membangun sebuah persatuan pemerintah transisi dan akan menggelar pemilu dalam setahun ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Netanyahu mengatakan, perjanjian semacam itu memberi jalan kepada Hamas untuk juga mengambil kendali atas Tepi Barat.
"Saya pikir gagasan rekonsiliasi menunjukkan kelemahan otoritas Palestina dan menciptakan prospek bahwa Hamas bisa mengambil kembali kontrol atas Judea dan Samaria, sama seperti mengambil kontrol atas Jalur Gaza," kata Netanyahu.
"Saya berharap otoritas Palestina bisa mengambil keputusan yang tepat, berdamai dengan Israel. Pilihan itu ada di dalam genggaman tangan," ujarnya.
(lrn/nvc)











































