"Deplu telah memerintahkan semua anggota keluarga pegawai-pegawai pemerintah AS yang memenuhi syarat serta personel non-emergensi tertentu untuk meninggalkan Suriah," demikian statemen Deplu AS seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/4/2011).
"Mengingat ketidakpastian dan volatilitas situasi saat ini, warga negara AS di Suriah disarankan untuk membantasi perjalanan tidak penting di dalam negeri," demikian pernyataan Deplu AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut organisasi HAM Suriah, Sawasia, pihaknya telah menerima laporan bahwa sedikitnya 20 orang tewas di Deraa sejak tank-tank itu dikerahkan pada Senin, 25 April kemarin. Namun karena komunikasi ke kota tersebut terputus, maka sulit untuk mengkonfirmasi informasi tersebut.
Organisasi HAM terkemuka, Amnesty international, yang mengutip sumber-sumber di Deraa, menyatakan bahwa setidaknya 23 orang tewas ketika tank-tank melakukan gempuran terhadap para demonstran.
"Dengan menggunakan artileri terhadap rakyatnya sendiri, pemerintah Suriah telah menunjukkan tekadnya untuk menghancurkan demonstran damai dengan cara apapun," cetus Malcolm Smart, Direktur Afrika Utara Amnesty International.
Kota Deraa di Suriah selatan telah dilanda aksi demo besar-besaran sejak 18 Maret lalu. Para demonstran menuntut pengunduran diri Presiden Bashar al-Assad. Pasukan keamanan dan kelompok bersenjata yang setia pada Assad telah menewaskan lebih dari 350 warga sipil di Suriah sejak aksi demo pecah di Deraa.
(ita/nrl)











































