Kebijakan ini, seperti dikutip detikcom dari The Straits Times, Selasa (26/4/2011), diambil karena minimnya jumlah pendonor organ tubuh di negeri tirai bambu itu. Wakil Menteri Kesehatan, Huang Jiefu, mengatakan perbandingan antara permintaan dan ketersediaan organ sangatlah timpang.
Data statistik menunjukkan hanya 10.000 pasien dari satu setengah juta pasien yang mendapatkan organ yang mereka butuhkan. "Kesenjangannya sangat tinggi dan parah," ujar Huang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga akan memberikan kompensasi bagi pendonor untuk menarik minat calon pendonor," imbuhnya.
Kompensasi tersebut diantaranya pengurangan biaya rumah sakit terkait transplantasi, pengurangan biaya pemakaman, dan pemotongan pajak khusus bagi anggota keluarga.
(adi/ape)










































