150 Orang Tak Bersalah Ditahan Bertahun-tahun di Guantanamo

150 Orang Tak Bersalah Ditahan Bertahun-tahun di Guantanamo

- detikNews
Senin, 25 Apr 2011 17:06 WIB
150 Orang Tak Bersalah Ditahan Bertahun-tahun di Guantanamo
Guantanamo - Amerika Serikat menahan sekitar 150 orang yang tidak bersalah atau berisiko kecil selama bertahun-tahun di penjara Guantanamo Bay, Kuba. Namun otoritas AS malah membebaskan lusinan tahanan Guantanamo "berisiko tinggi".

Demikian menurut bocoran dokumen rahasia yang dirilis oleh situs WikiLeaks kepada sejumlah media Amerika dan Eropa. Terungkap bahwa para tahanan ditahan tanpa diadili atas dasar informasi yang kerap kali keliru, misalnya dari orang yang terganggu mentalnya atau tahanan lain yang tidak bisa dipercaya ataupun dari statemen-statemen dari tersangka yang telah disiksa.

Demikian diberitakan The New York Times seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (25/4/2011). The Times termasuk di antara sekelompok outlet media AS dan Eropa yang menerima 779 dokumen dari WikiLeaks. Media lainnya adalah The Daily Telegraph, NPR, El Pais, Le Monde, Der Spiegel dan La Repubblica.

Menurut Daily Telegraph, setidaknya 150 tahanan Guantanamo adalah warga Afghanistan atau Pakistan tak bersalah yang bekerja sebagai sopir, petani atau koki yang ditahan selama bertahun-tahun karena kesalahan identitas.

Dari seluruh tahanan, hanya 220 tahanan Guantanamo yang dianggap sebagai ekstremis berbahaya. Sebanyak 380 orang lainnya semasa era Presiden AS George W. Bush dianggap sebagai prajurit bawahan yang pergi ke Afghanistan atau menjadi bagian dari Taliban.

Namun sekitar sepertiga dari 600 orang yang telah diserahkan ke negara-negara ketiga adalah para tahanan yang dijuluki "risiko tinggi". Dari 172 tahanan yang saat ini masih berada di Guantanamo, sebanyak 130 orang di antaranya dianggap sebagai ancaman "risiko tinggi" bagi AS dan sekutu-sekutunya.

Menurut dokumen yag dibocorkan WikiLeaks itu,  para tahanan di Guantanamo mengalami siksaan, stres dan kurang tidur. Namun dalam dokumen WikiLeaks itu tidak disebutkan metode tentara Amerika menginterograsi tahanan.

(ita/nrl)


Berita Terkait