DetikNews
Senin 16 April 2018, 14:31 WIB

Marak Pemerkosaan Anak, Warga India Gelar Aksi Demo

Novi Christiastuti - detikNews
Marak Pemerkosaan Anak, Warga India Gelar Aksi Demo Unjuk rasa memprotes pemerkosaan di India (REUTERS/Danish Siddiqui)
New Delhi - Sejumlah kasus pemerkosaan terhadap anak yang terkuak di India dalam beberapa hari terakhir, memicu aksi demo di berbagai kota. Para demonstran meminta pemerintah India untuk menindak tegas para pemerkosa.

Seperti dilansir Reuters, Senin (16/4/2018), unjuk rasa yang digelar di berbagai kota India ini bertujuan untuk menekan pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, yang telah berjanji akan mengambil tindakan tegas. Para aktivis setempat menuding pemerintah India gagal dalam melindungi kaum wanita dan terlalu lamban dalam menyelidiki dan menangkap para pelaku pemerkosaan.

Unjuk rasa ini awalnya dipicu oleh penangkapan seorang anggota parlemen dari partai berkuasa, Partai Bharatiya Janata Party (BJP) yang menaungi PM Modi, pekan lalu. Anggota parlemen itu dituding memperkosa seorang remaja putri berusia 16 tahun di distrik Unnao, wilayah Uttar Pradesh.


Di kota Thiruvananthapuram, para demonstran membentuk 'rantai manusia' dalam aksinya. Sedangkan di Mumbai, ratusan orang termasuk selebritis setempat, menyerukan hukuman mati untuk para pemerkosa.

Para demonstran di ibu kota New Delhi menyerukan agar persidangan kasus pemerkosaan diselesaikan hanya dalam waktu enam bulan. Di Surat, Gujarat sebelah barat, yang menjadi lokasi pemerkosaan bocah 11 tahun, warga menggelar aksi sunyi yang diwarnai penyalaan lilin. Gujarat merupakan wilayah asal PM Modi, tempat dia menjabat Kepala Menteri dari tahun 2001 hingga menjadi PM India tahun 2014 lalu.

"Jenazah korban ditemukan pada 6 April di pinggir jalan raya dan menurut laporan post mortem, bocah perempuan itu diserang secara seksual dan dibunuh pada 5 April," sebut Komisioner Kepolisian Surat, Satish Sharma, kepada Reuters.


Dituturkan Sharma bahwa korban yang berusia 11 tahun belum diketahui identitasnya. Pihak kepolisian masih berusaha mencari keluarga bocah itu. "Kami mengerahkan tim terbaik kami dengan seluruh pejabat senior kepolisian. Untuk menangkap pelaku kejahatan kita perlu mengidentifikasi jenazahnya," ujar Sharma.

Namun diketahui bahwa hasil post-mortem menunjukkan bocah itu dicekik dan memiliki 86 bekas luka ringan, termasuk bekas kekerasan seks.

Rincian untuk kasus terpisah, yakni dugaan pemerkosaan bergilir dan pembunuhan bocah berusia 8 tahun, juga mulai muncul. Bocah perempuan berusia 8 tahun ini diketahui merupakan anggota kelompok suku yang tinggal di area pegunungan Jammu dan Kashmir. Bocah itu diduga diculik, dibius dan disekap 8 pria yang juga diduga memperkosa dan membunuhnya.

"Mari kita tidak berpura-pura bahwa ini semua kasus terpisah dan terjadi begitu saja," ucap aktor dan sutradara film India, Nandita Das, yang ikut serta dalam unjuk rasa di Mumbai.


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut mengecam maraknya pemerkosaan di India. "Kami sangat prihatin dengan maraknya kekerasan didasarkan jenis kelamin, termasuk kekerasan seksual terhadap wanita, yang kami saksikan marak di India," sebut Koordinator Residen PBB di India, Yuri Afanasiev.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed