DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 18:20 WIB

Maju Pilpres untuk Keempat Kali, Ini Alasan Putin

Novi Christiastuti - detikNews
Maju Pilpres untuk Keempat Kali, Ini Alasan Putin Vladimir Putin (REUTERS/Maxim Shemetov)
Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin muncul ke publik pertama kali usai resmi mengumumkan pencalonannya dalam pemilihan presiden (pilpres) Maret 2018 mendatang. Kepada para wartawan, Putin mengatakan dirinya tidak memiliki pesaing politik kredible dalam pemilu mendatang.

Namun Putin berjanji akan menciptakan sistem politik yang lebih seimbang. Dalam konferensi pers terbaru, seperti dilansir Reuters dan AFP, Kamis (14/12/2017), Putin menyatakan dirinya akan maju sebagai kandidat independen tanpa dukungan partai lamanya, United Russia.

Namun partai politik tersebut kemungkinan besar akan mendukung Putin dalam pilpres mendatang.

Putin (65) telah menempati jabatan-jabatan penting di Rusia, baik Presiden maupun Perdana Menteri sejak tahun 2000. Pekan lalu, Putin kembali mengumumkan pencalonannya dalam pilpres mendatang. Dalam konferensi pers yang menjadi kemunculannya pertama kali usai pengumuman itu, Putin pun ditanya wartawan soal alasannya mencalonkan diri.

"Untuk meningkatkan kualitas kehidupan rakyat Rusia," jawab Putin dalam konferensi akhir tahun di Moskow yang dihadiri lebih dari 1.600 wartawan Rusia dan wartawan asing ini. Dalam konferensi ini, banyak topik yang ditanyakan wartawan kepada Putin, salah satunya soal pilpres mendatang.


Dengan angka kepuasan publik mencapai 80 persen, jika Putin kembali memenangkan pilpres, maka dia akan menjabat Presiden Rusia untuk keempat kalinya. Putin akan kembali berkuasa untuk masa jabatan 6 tahun ke depan hingga tahun 2024, setidaknya hingga dia berusia 72 tahun. Putin diketahui telah menjabat Presiden Rusia selama tiga periode, yakni tahun 2000-2004, 2004-2008, dan 2012-2018.

Putin diprediksi menang mudah dalam pilpres mendatang tanpa adanya penantang yang kredibel. Hasil polling dari lembaga survei independen Levada pada Rabu (13/12) kemarin menyebut 75 persen warga Rusia bersiap untuk memilih Putin kembali dalam pilpres tahun depan.

Menanggapi hal ini, Putin menyebut bahwa kompetisi harus tetap ada dalam dunia politik. "Apakah tergantung pada saya untuk membentuk oposisi sendiri?" tanya Putin. "Suasana politik, sama seperti suasana ekonomi, perlu untuk kompetitif. Saya akan berjuang agar kita memiliki sistem politik yang seimbang," imbuhnya.

Salah satu penantang Putin adalah Ksenia Sobchak, mantan sosialita berusia 35 tahun yang kini menjadi presenter televisi liberal. Sobchak merupakan putri dari Anatoly Sobchak yang merupakan mentor politik Putin. Pencalonan Sobchak yang belum pernah memegang jabatan publik ini dinilai tidak terlalu kuat, terlebih jika berhadapan dengan Putin. Bahkan Sobchak dicurigai menjadi antek Kremlin untuk mengalihkan perhatian publik.

Penantang Putin lainnya adalah tokoh oposisi ternama, Alexei Navalny, yang telah dilarang mencalonkan diri dalam pilpres mendatang. Larangan maju capres menjerat Navalny setelah dia terjerat tindak pidana penggelapan yang dicurigai sarat politisasi. Navalny sendiri mampu menggerakkan banyak orang, terutama kalangan muda, untuk memprotes pemerintahan Putin dalam rangkaian aksi-aksi unjuk rasa.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed