DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 16:13 WIB

Marah, Erdogan: Hei Trump! Apa yang Ingin Anda Lakukan?

Novi Christiastuti - detikNews
Marah, Erdogan: Hei Trump! Apa yang Ingin Anda Lakukan? Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Mei lalu (REUTERS/Kevin Lamarque)
Ankara - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meluapkan kemarahannya pada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang baru saja mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Erdogan menyebut Trump menempatkan Timur Tengah ke dalam 'cincin api'.

"Mengambil langkah semacam ini menempatkan dunia, khususnya kawasan (Timur Tengah), ke dalam cincin api," tegas Erdogan dalam pidato di hadapan pendukungnya di Bandara Ankara sebelum dia melakukan kunjungan ke Yunani, seperti dilansir AFP, Kamis (7/12/2017).

"Hei Trump! Apa yang ingin Anda lakukan?" cetus Erdogan dengan menggunakan salah satu retorika ciri khas-nya.

"Pendekatan macam apa ini? Pemimpin politik tidak menghasut, mereka mengupayakan perdamaian!" imbuhnya. Cemoohan untuk Israel lantas dilontarkan para pendukung Erdogan yang berkumpul di bandara.

Video 20Detik: Lebanon Nilai Amerika Merusak Upaya Perdamaian Israel-Palestina

[Gambas:Video 20detik]


Dalam pidatonya di Gedung Putih, Washington DC pada Rabu (6/12) waktu setempat, Trump membalikkan kebijakan AS selama beberapa dekade terakhir dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Trump juga menginstruksikan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Erdogan memberikan reaksi keras dengan menuding Trump berupaya menjadi penghasut. Dia menyebut keputusan Trump secara sepihak itu 'jelas mengabaikan' resolusi PBB tahun 1980 soal status Yerusalem yang diperebutkan.

Turki akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 13 Desember mendatang, yang secara khusus membahas keputusan kontroversial Trump soal Yerusalem itu. Turki kini menempati posisi kepemimpinan OKI yang diberlakukan secara bergilir.


Pada Kamis (7/12) malam atau Jumat (8/12), Erdogan dijadwalkan akan berbicara via telepon dengan Paus Fransiskus dan Presiden Rusia Vladimir Putin, juga sekutu-sekutu Barat untuk membahas isu Yerusalem ini.

"Ini sekarang bukan hanya tugas umat muslim, tapi juga kemanusiaan (untuk menentang langkah Trump)," imbuh Erdogan, yang menyindir Trump dengan menyebut "menjadi kuat bukan berarti Anda benar secara otomatis" namun yang "benar adalah yang kuat".

Warga Turki juga memberikan reaksi keras dengan menggelar unjuk rasa di berbagai tempat termasuk di luar Kedubes AS di Ankara dan di luar Konsulat AS di Istanbul. Ribuan warga Turki dilaporkan hadir dalam aksi protes besar-besaran ini.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed