Isik juga menegaskan, penerimaan aplikasi suaka bisa mempersulit hubungan antara Jerman dan Turki.
"Ekspektasi kami dari Jerman adalah bahwa mereka tak akan pernah menerima permintaan suaka tersebut," ujar Isik seperti dikutip kantor berita pemerintah Turki, Anadolu dan dilansir Reuters, Senin (30/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isik mengatakan, para tentara Turki tersebut mengajukan suaka setelah mereka dipecat dari militer menyusul upaya kudeta 15 Juli 2016. Lebih dari 100 ribu orang telah dipecat atau diskors dari kepolisian, militer, badan sipil dan sektor swasta atas kecurigaan mendukung ulama Fethullah Gulen, yang dituduh sebagai dalang upaya kudeta di Turki. Sekitar 40 ribu orang lainnya dipenjara sembari menunggu proses persidangan.
Sebelumnya pada Kamis, 26 Januari lalu, Mahkamah Agung Yunani menolak permintaan ekstradisi atas delapan tentara Turki yang kabur ke Yunani dengan menggunakan sebuah helikopter. sehari setelah upaya kudeta. Kedelapan tentara Turki tersebut telah meminta suaka politik, dengan alasan mereka mengkhawatirkan nyawa mereka jika tinggal di Turki. (ita/ita)











































