DetikNews
Rabu 11 Jan 2017, 18:13 WIB

Soal Video Trump Tonton Aksi PSK, Rusia Membantah

Novi Christiastuti - detikNews
Soal Video Trump Tonton Aksi PSK, Rusia Membantah Donald Trump (REUTERS/Andrew Kelly)
Moskow - Otoritas Rusia membantah laporan pihaknya memiliki dokumen kotor soal Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Rusia menegaskan laporan itu sebagai omong kosong.

Dua pejabat AS yang enggan disebut namanya, pada Selasa (10/1) malam menyebut empat pemimpin badan intelijen AS telah memberi penjelasan kepada Trump soal berbagai dokumen rahasia, termasuk dokumen yang menyebut intelijen Rusia memiliki informasi memalukan mengenai Trump.

Secara terpisah, diungkapkan Buzzfeed bahwa salah satu informasi memalukan soal Trump itu, berupa rekaman video yang menunjukkan Trump sedang menonton aksi seks para pekerja seks komersial (PSK) di kamar presidential suite Hotel Ritz-Carlton di Moskow, Rusia. Trump disebut sengaja menyewa PSK untuk melakukan 'aksi seks merendahkan' di kamar yang menjadi tempat menginap Presiden AS Barack Obama dan Ibu Negara Michelle beberapa waktu lalu.

Memo itu juga menyebut Obama dan Michelle sebagai sosok yang dibenci Trump. "Yang dia (Trump-red) benci," tulis memo itu soal Obama dan Michelle di mata Trump. Disebutkan juga bahwa hotel mewah itu berada di bawah pengawasan intelijen Rusia atau FSB yang memasang kamera dan mikropon tersembunyi.

Baca juga: Rusia Punya Video Trump Tonton PSK Beraksi di Hotel Mewah Moskow

Menanggapi laporan itu, seperti dilansir Reuters, Rabu (11/1/2017), juru bicara Kremlin atau Istana Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov menyebut dokumen yang berisi klaim-klaim itu sebagai hoax belaka, yang disengaja untuk semakin merusak hubungan AS-Rusia, yang sudah ada di level rendah.

"Ini merupakan upaya untuk merusak hubungan bilateral kami. Ini cerita fiksi murahan," sebut Peskov dalam conference call dengan beberapa wartawan.

"Anda harus menanggapi klaim ini dengan humor, tapi juga ada sisi sedih dari klaim ini. Histeria sengaja dimunculkan demi mempertahankan perburuan penyihir politik," imbuhnya.

Peskov menegaskan, Rusia sama sekali tidak memiliki dokumen memalukan tentang siapapun dan fokus pada upaya membangun hubungan baik dengan mitra-mitra asing Rusia. Peskov juga membantah tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam operasi menjatuhkan capres Partai Demokrat Hillary Clinton yang kalah dari Trump dalam pilpres AS 8 November 2016.

Potongan dokumen menyudutkan Trump yang dirilis BuzzfeedFoto: Buzzfeed
Potongan dokumen menyudutkan Trump yang dirilis Buzzfeed

Dalam tanggapannya via Twitter, Trump pun membantah klaim itu. "BERITA PALSU - JELAS SEBUAH PERBURUAN PENYIHIR BERBAU POLITIK!" tulis Trump. Perburuan penyihir atau witch hunt merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menyudutkan seseorang atau kelompok yang memiliki pandangan tidak biasa atau tidak populer.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed