DetikNews
Jumat 09 Desember 2016, 17:39 WIB

Rakyat Korsel Rayakan Pemakzulan Presiden Park Geun-hye

Novi Christiastuti - detikNews
Rakyat Korsel Rayakan Pemakzulan Presiden Park Geun-hye Rakyat Korsel bersorak merayakan pemakzulan Presiden Park Geun-hye (News1 via REUTERS)
Seoul - Rakyat Korea Selatan (Korsel) bersorak gembira saat mengetahui parlemen menyetujui pemakzulan Presiden Park Geun-hye. Mereka merayakan dengan saling berpelukan dan berfoto selfie di luar gedung parlemen Korsel.

Beberapa jam sebelum voting pemakzulan digelar, seperti dilansir Reuters, Jumat (9/12/2016), ribuan warga telah berkumpul di luar gedung parlemen Korsel. Kebanyakan dari mereka merupakan warga yang mengharapkan Presiden Park segera lengser dari jabatannya, atau disebut demonstran anti-Park.

Hasil voting yang diumumkan Ketua Parlemen Korsel Chung Sye-kyun menunjukkan 234 anggota parlemen mendukung pemakzulan Presiden Park dan 56 anggota lainnya menolak. Sebanyak tujuh suara didiskualifikasi, dua anggota memilih abstain dan satu anggota lagi tidak ikut dalam voting.

Rakyat Korsel Rayakan Pemakzulan Presiden Park Geun-hyeFoto: News1 via REUTERS

Warga yang berkumpul di luar gedung parlemen menyambut hasil itu dengan sorakan gembira. Meskipun sebenarnya, hasil voting pemakzulan ini masih harus dikaji Mahkamah Konstitusi yang beranggotakan 9 hakim. Para hakim konstitusi memiliki waktu 180 hari untuk menentukan apakah akan menguatkan atau menolak pemakzulan Presiden Park.

"Saya merasa luar biasa! Saya pikir ini akan lewat, tapi apapun itu, apapun yang terjadi, kita akan melengserkan Park Geun-hye dengan kekuatan rakyat. Rakyat menang!" seru seorang petani berusia 54 tahun, Im Chae-jum, yang ikut berkumpul di luar gedung parlemen.

Baca juga: Parlemen Korsel Setujui Pemakzulan Presiden Park Geun-hye

Warga membawa spanduk dan bendera sembari memanjat traktor yang dibawa para petani setempat untuk memblokir jalanan di luar gedung parlemen. Insiden sempat terjadi sebelumnya saat warga yang berusaha mengemudikan traktor hingga ke gerbang utama gedung parlemen, bentrok dengan polisi.

Beberapa orang lainnya memilih berfoto selfie di depan spanduk besar bertuliskan: "Selamat atas pemakzulan Park Geun-hye; Sekarang kita penjarakan dia." Warga lainnya meniup terompet sembari mengangkat tinggi-tinggi poster bertuliskan 'Kemenangan bagi rakyat!' yang mereka persiapkan sebelumnya.

Choi Ji-young, yang anaknya tewas dalam tragedi tenggelamnya kapal feri Sewol tahun 2014, berkesempatan memantau langsung voting dari balkon ruang sidang parlemen. Choi merupakan salah satu dari beberapa keluarga korban tragedi Sewol yang diundang oleh oposisi utama Partai Demokrat Korsel ke gedung parlemen.
Rakyat Korsel Rayakan Pemakzulan Presiden Park Geun-hyeFoto: News1 via REUTERS

Mereka merayakan hasil voting itu dengan menari dan bersorak-sorai saat meninggalkan gedung parlemen. "Saya berteriak 'Hore!' Ini akan menjadi kesempatan untuk mendapat kejelasan tragedi itu dan mendorong Park serta ajudannya bertanggung jawab," ucapnya.

Tragedi Sewol yang menewaskan lebih dari 300 orang, yang sebagian besar anak sekolah, terus membayangi kepemimpinan Presiden Park. Banyak pihak menuding pemerintah Korsel lalai dan tidak tanggap menangani tragedi itu, hingga memicu banyaknya korban jiwa.

"Sekarang saya merasa baik-baik saja. Dia (Presiden Park-red) harus dijebloskan ke penjara," imbuh Choi sembari memegang setangkai mawar mewah yang diselimuti pita kuning, yang menjadi simbol protes terhadap Presiden Park.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed