Seperti dilansir Reuters, Jumat (24/6/2016), kejadian badai tornado dan hujan es tersebut terjadi pada Kamis (23/6) waktu setempat.
"Saya mendengar suara angin kencang dan berlari ke atas untuk menutup jendela," ujar seorang warga bernama Xie Litian (62) kepada kantor berita Xinhua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tornado mengamuk di dekat kota Yancheng yang terletak di sisi utara Kota Shanghai. Kecepatannya mencapai 125 km/jam.
Aliran listrik mati, mobil-mobil terbalik dan banyak rumah yang rata dengan tanah. Listrik dan komunikasi untuk kondisi darurat telah diturunkan di beberapa lokasi, termasuk juga pendirian 1.000 tenda.
Sebuah gambar yang diunggah ke internet menunjukkan orang tergeletak di tengah rumah yang hancur, batang pohon terbelah dan kabel listrik rusak.
Tepat setahun lalu, pada Juni 2015 di perairan China yakni di kawasan Sungai Yangtse, 450 penumpang kapal pesiar dinyatakan hilang setelah kapal yang mereka tumpangi karam diamuk badai.
(rna/hri)











































