Kantor berita NHK melaporkan, seperti dilansir dari AFP, Jumat (15/4/2016), selain puluhan bangunan runtuh, gempa juga menyebabkan benjolan beton di jalan-jalan mengalami kerusakan.
Warga diketahui sibuk melakukan panggilan telepon di luar rumah. Beberapa dari mereka memutuskan untuk mengungsi dan tak tinggal di rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gempa yang terjadi kali ini termasuk gempa level tinggi di Jepang. Kekuatannya mampu membuat orang terhenyak dan membuat barang-barang di rumah bergeser dari tempatnya.
Jepang berada di persimpangan empat lempeng tektonik. Jepang juga berpengalaman merasakan sekitar 20 persen gempa-gempa terkuat yang pernah terjadi di dunia.
Meski begitu, aturan mengenai bangunan dan penegakkan hukum yang tegas membuat frekuensi jatuhnya korban atau kerusakan dapat diminimalisir.
Gempa paling mematikan terakhir yang pernah dirasakan warga Jepang adalah saat gempa dan tsunami meluluhlantakan pantai timur laut Jepang pada 11 Maret 2011 silam. Sekitar 18.500 orang tewas dan tak ditemukan. Bencana tersebut juga menyebabkan bocornya beberapa reaktor nuklir di Fukushima yang menjadikannya salah satu kecelakaan atom terburuk yang pernah terjadi.
(rna/fdn)











































