ADVERTISEMENT

Menkeu Kanada Sebut Kehadiran Rusia di G20 Bali Tak Masuk Akal

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Minggu, 17 Jul 2022 03:00 WIB
Canadas Finance Minister Chrystia Freeland arrives for a meeting of finance ministers and central bankers from the Group of Seven industrialised nations (G7) on May 19, 2022 at the Petersberg in Koenigswinter near Bonn, western Germany. - G7 allies are hoping to sign off on a financial support package for Ukraine with the Russian invasion putting Kyivs finances under severe pressure. (Photo by Ina FASSBENDER / AFP)
Foto: Menteri Keuangan Kanada, Chrystia Freeland (AFP/INA FASSBENDER)
Jakarta -

Menteri Keuangan Kanada Chrystia Freeland mengatakan partisipasi Rusia dalam pertemuan para menteri keuangan G20 di Bali yang dibayangi oleh invasinya ke Ukraina tidak masuk akal. Dia menilai kehadiran Rusia justru memperburuk masalah.

Dilansir AFP, Minggu (17/7/2022) acara yang digelar selama dua hari dan dihadiri para Menteri Keuangan negara itu membahas solusi atas krisis pangan dan energi yang terjadi akibat perang. Freeland mengatakan pemerintahnya memprotes pertemuan itu bahwa mereka bahkan tidak ingin Rusia berada di sana.

"Kehadiran Rusia dalam pertemuan ini seperti mengundang pelaku pembakaran ke pertemuan petugas pemadam kebakaran," katanya dalam konferensi pers melalui sambungan telepon dari Bali.

"Itu karena Rusia secara langsung dan satu-satunya bertanggung jawab atas invasi ilegal ke Ukraina, dan konsekuensi ekonominya, yang dirasakan oleh kita semua," kata Freeland.

"Kami jelas dan eksplisit bahwa partisipasi Rusia tidak pantas dan terus terang, tidak masuk akal," kata Freeland, yang juga wakil perdana menteri Kanada dan keturunan Ukraina.

Dia menyampaikan teknokrat Rusia yang bekerja untuk mendanai perang yang diluncurkan oleh Presiden Vladimir Putin terlibat dalam kejahatan perang seperti halnya para jenderal di lapangan yang menyerang Ukraina. Freeland juga membela keputusan Kanada untuk mengizinkan kembalinya turbin ke Jerman, yang diperbaiki di Kanada untuk digunakan dalam pipa Nord Stream 1 yang mengirimkan gas Rusia ke Eropa. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras keputusan ini.

"Tantangan energi yang dihadapi Jerman dan banyak mitra Eropa kami sangat nyata. Dan Kanada mengakui itu," ujarnya.

Lihat juga video 'Menlu Rusia Walk Out di Pertemuan G20':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT