WHO Klaim Belum Ada Kematian Akibat Corona Varian Omicron

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 21:10 WIB
A man takes his own COVID-19 swab test at a newly set-up testing facility in a car park in West Ealing, London, Tuesday, Feb. 2, 2021. British health authorities plan to test tens of thousands of people in a handful of areas of England in an attempt to stop a new variant of the coronavirus first identified in South Africa spreading in the community. The Department of Health says a small number of people in England who had not travelled abroad have tested positive for the strain. (AP Photo/Frank Augstein)
Ilustrasi warga Eropa (Foto: AP/Frank Augstein)
Bern -

Virus Corona varian Omicron menjadi sorotan usai menyebar di sejumlah negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklaim belum ada laporan kematian akibat varian baru itu.

"Saya belum melihat laporan kematian terkait Omicron," kata juru bicara WHO Christian Lindmeier kepada wartawan di Jenewa seperti dilansir dari AFP, Jumat (3/12/2021).

"Kami sedang mengumpulkan semua bukti dan kami akan menemukan lebih banyak bukti seiring berjalannya waktu," sambungnya.

Dia mengatakan WHO bakal terus memantau perkembangan penyebaran virus Corona varian Omicron. Dia menyebut semakin banyak negara yang melakukan uji sampel, maka makin banyak data yang didapat.

"Semakin banyak negara terus menguji orang dan melihat secara khusus varian Omicron, kami juga akan menemukan lebih banyak kasus, lebih banyak informasi," ujar Lindmeier.

Lindmeier meminta warga untuk tidak melupakan varian Delta. Dia mengatakan virus Corona varian Delta masih dominan.

"Omicron mungkin sedang naik daun, dan kita mungkin sampai pada titik di mana ia mengambil alih untuk menjadi varian dominan, tetapi pada titik ini, varian yang sangat dominan tetap Delta," tuturnya.

"Pembatasan yang diberlakukan di banyak negara hanya 2 minggu lalu - penutupan ekonomi lagi, penguncian di beberapa daerah, penutupan pasar Natal di beberapa bagian Eropa - ini dilakukan sebelum Omicron karena kebangkitan kasus akibat varian Delta. Jangan lupakan ini," sambungnya.

Lindmeier mendesak semua pihak mematuhi protokol kesehatan demi mencegah varian Omicron maupun Delta. WHO menyatakan buruh waktu beberapa minggu untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang penularan Omicron.

"Apa yang perlu kita lakukan adalah kita perlu mengambil semua pengamatan, penilaian dan tes ini dan mengumpulkan informasi ini dan kemudian meminta para ahli untuk melihatnya, menimbangnya dengan hati-hati dan membuat penilaian. Itu masih akan memakan waktu," kata Lindmeier.

"Data awal menunjukkan bahwa ada penularan yang lebih tinggi. Tapi pada dasarnya hanya itu yang kita miliki sejauh ini," pungkasnya.

(isa/haf)