Mantan Menhan Venezuela Meninggal Akibat Corona di Dalam Penjara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Okt 2021 22:39 WIB
Update Corona Hari Ini: Pecah Rekor Lagi-Persiapan Skenario Terburuk
Foto: Ilustrasi virus Corona (Getty Images/loops7)
Jakarta -

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Venezuela, Raul Baduel, meninggal dunia akibat terinfeksi virus Corona (COVID-19). Pensiunan jenderal itu meninggal saat menjalani masa tahanan.

Dilansir Reuters dan AFP, Rabu (13/10/2021) Baduel ditangkap pada tahun 2009 atas tuduhan korupsi. Penangkapan itu dilakukan setelah berselisih dengan Partai Sosialis.

Setelah dibebaskan pada tahun 2015, Baduel dipenjara lagi atas tuduhan melalukan konspirasi untuk melawan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

"Kami menyesali kematian Raul Isaias Baduel karena gagal jantung-pernapasan, akibat COVID-19, meskipun dia telah mendapatkan perawatan medis yang sesuai dan telah mendapatkan dosis pertama vaksin," kata Jaksa Agung Tarek Saab dalam posting-annya di Twitter.

Namun demikian, Saab tidak menjelaskan secara detail apakah Baduel dirawat di rumah sakit atau di penjara ketika dia meninggal. Baduel diketahui ditahan di kantor polisi intelijen Sebin.

Kelompok hak asasi manusia mengkritik kematian mantan Menhan Venezuela itu. Mereka menyalahkan pemerintah atas kematian Badeul.

"Dengan kematian Raul Isaias Baduel, ada sepuluh tahanan politik yang meninggal dalam tahanan," kata aktivis Gonzalo Himiob melalui akun Twitter-nya.

"Tanggung jawab atas kehidupan dan kesehatan setiap tahanan berada pada negara," kata dia menambahkan.

Pada tahun lalu, putri Baduel mengatakan kepada Reuters bahwa ayahnya belum diadili atas tuduhan tahap kedua terhadapnya. Dia menambahkan bahwa pengacara tidak dapat mengakses berkas kasus Baduel.

Keluarga Baduel mengatakan mereka mengetahui kematiannya melalui Twitter. Keluarga mengatakan bahwa pihaknya belum menerima telepon dari pemerintah.

"Saya belum menerima telepon dari siapa pun di pemerintahan," kata istri Baduel, Cruz Zambrano de Baduel kepada saluran internet EVTV.

(lir/isa)