Menurut Direktur PT. Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo, Pasar Induk Cipinang sudah sangat siap menghadapi bulan puasa yang akan datang dua bulan lagi. Selain pasokan harian, cadangan beras juga telah disiapkan.
"Lebaran siap, insya Allah. Kita sudah siapkan 15 ribu-25 ribu ton beras untuk Mei-Juni untuk cadangan. Ada minyak goreng, tepung juga. Minyak untuk lebaran 1 juta liter. Harga 1,8 liter/Rp 22500. Gula 500 ton datang, nanti datang lagi 500 ton jadi 1000 ton," papar Arief di sela pertemuan dengan Sumarsono di kantor PT. Food Station Tjipinang Jaya, Pasar Induk Beras dan Palawija Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (4/4/2017).
Untuk menstabilkan harga bahan pokok, diperlukan pula kontrol di tingkat pengecer. Langkah ini sebagai monitoring agar pengecer tidak sembarangan mempermainkan harga.
"Nanti akan membuat board dan stok. Price information, karena memengaruhi harga," tutur Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta Sri Haryati. Ia juga menginformasikan bahwa saat ini inflasi ada di angka 0,34.
Plt DKI Sumarsono mengecek kesiapan Pasar Induk Jakarta Timur jelang Ramadan. Foto: Nur Indah/detikcom |
Harga cabai yang sempat jadi sorotan juga kini mulai stabil. Dengan suplai 90 ton/hari, kini harganya berangsur turun.
"Dulu memang pernah 50 ton/hari. Akhirnya harga naik drastis. Saya kira 90 ton/hari bisa kita tingkatkan lagi. Eceran di lapangan sekitar Rp 80-90 ribu," kata Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono.
Dalam kunjungan ini, fokus Sumarsono selain soal pengendalian harga mengantisipasi bulan puasa, juga menyempatkan diri mengecek kondisi infrastruktur jalan di dalam pasar induk. Pasalnya, jalan yang baru semalam diaspal memerlukan beton untuk perbaikan.
"Saya kira ini kebutuhan bukan keinginan pedagang. Sesuatu yang mendesak harus segera dilaksanakan," pungkasnya.
(idh/idh)












































Plt DKI Sumarsono mengecek kesiapan Pasar Induk Jakarta Timur jelang Ramadan. Foto: Nur Indah/detikcom