JK Vs Hatta

Head to Head

JK Vs Hatta

- detikNews
Senin, 30 Jun 2014 12:15 WIB
JK Vs Hatta
Jakarta - Debat antara cawapres Hatta Rajasa vs Jusuf Kalla (JK) berlangsung seru. Sejumlah hal diperdebatkan keduanya, mulai dari soal kebocoran negara hingga inovasi di bidang teknologi. Siapa lebih unggul?

Bahasan tentang kebocoran Rp 1.000 triliun kembali muncul di debat cawapres. Hatta Rajasa menjawab pertanyaan Jusuf Kalla tentang kebocoran ini.

"Setiap debat, Pak Prabowo mengatakan tentang kebocoran daripada keuangan negara. Apa Anda ketahuan itu selama di pemerintahan?" tanya JK, dalam debat cawapres, di Hotel Bidakara, Jl MT Haryono, Jakarta Selatan, Minggu (29/6/2014) malam.

"Saya perlu menjelaskan, Pak Prabowo Subianto capres kami tidak mengatakan kebocoran itu bersumber Rp 1.000 triliun dari APBN, bagaimana mungkin? Yang dimaksud adalah pontensial lost," jawab Hatta.

Perdebatan tak hanya berhenti di kebocoran negara. Perdebatan berlanjut di bidang pengembangan teknologi.

"Pak Hatta anda pernah Menristek. Ristek itu inovasi kembangkan teknologi, pencapaian sesuatu. Inovasi apa yang begitu menggembirakan anda, membanggakan anda, sehingga perlu diucapkan selamat atas inovasi itu?" tanya JK.

Hatta menjawab bahwa inovasi ia yang pertama adalah UU di tahun 2002. UU tersebut sebagai dasar dari inovasi-inovasi berikutnya.

"Sebelum inovasi, saya letakkan dulu dasar-dasar kita mengembangkan sistem penelitian pengembangan IPTEK. Tahun 2002, saya tuntasukan UU Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Ini legal kita untuk funding pemerintah ke swasta dan pemerintah bisa keluarkan insentif untuk itu," jawab Hatta.

Hatta juga menonjolkan prestasinya dalam bidang modifikasi pangan. Sementara di bidang energi, ia membanggakan gagasannya tentang pembangkit listrik.

"Inovasi apa? Di pangan, begitu banyak temuan genetik modified pangan, padi terutama yang diaplikasikan LIPI dan BPPT dan perguruan tinggi IPB. Kita fokus IPB pangan, ITB material dan transportasi di timur. Itu bermanfaat dan dijalankan. Energi, Pak JK ingat, saya gagas tidak boleh pembangkit di bawah 15 MW. Saya sayangkan 10.000 MW yang tidak jalan. Saya bangga dengan itu Pak JK," papar Hatta.

Hatta lalu mengangkat masalah daya saing Indonesia. Menurut Hatta, infrastruktur adalah hal yang mendasar untuk membenahi daya saing. Bagaimana tanggapan JK?

JK sepakat bila dikatakan infrastruktur itu sangat penting. Akan tetapi, lebih penting lagi bila itu tidak hanya diucapkan melainkan dilaksanakan.

"Dalam pembahasan di pemerintah, itu adalah upaya harus diselesaikan. Infrastruktur penting. Tapi apa yang terjadi dewasa ini. Kita bikin apa, ada yang tidak bikin dan kenapa tidak terjadi. Padahal disebutkan bahwa infrastruktur penting," jawab JK.

JK kemudian mencontohkan dalam pembangunan pembangkit listrik. Saat JK menjadi wakil presiden selama 2004-2009, ia sempat menggagas proyek listrik 10.000 megawatt. Tapi itu tidak dilanjutkan.

"Jadi tidak hanya diucapkan, tapi dilaksanakan. Itu yang penting. Jangan sampai mati listrik lah kita saat pidato," tegasnya.


JK

"Pak Prabowo mengatakan tentang kebocoran keuangan negara. Apa Anda tahu itu selama di pemerintahan?"

JK

"Pak Prabowo mengatakan tentang kebocoran keuangan negara. Apa Anda tahu itu selama di pemerintahan?"

Hatta Rajasa

"Yang dimaksud adalah pontensial lost"

Hatta Rajasa

"Yang dimaksud adalah pontensial lost"
Halaman 2 dari 6
(trq/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads