Asap di Jambi Bertambah Pekat

Foto

Asap di Jambi Bertambah Pekat

Rafida Fauzia - detikNews
Jumat, 16 Okt 2026 19:00 WIB

Jambi - Asap pekat menyelimuti Tanjung Jabung Timur hingga ISPU menembus 331 kategori berbahaya. Kondisi ini dipicu dekatnya lokasi pemukiman dengan sumber api TNBS.

Pengendara melintasi Jembatan Berbak yang diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Simpang, Berbak, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Jumat (16/10/2026). Asap karhutla di beberapa kota/kabupaten Provinsi Jambi terpantau bertambah pekat dalam beberapa hari terakhir, terutama Kecamatan Berbak yang berdampingan langsung dengan sumber api Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) dan Tahura Orang Kayo Hitam (OKH) dan berdasarkan pantauan stasiun Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) kualitas udara di Tanjung Jabung Timur Jumat (16/10) mencapai angka 331 atau masuk kategori berbahaya. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/sgd
Pengendara melintasi Jembatan Berbak yang diselimuti asap pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tanjung Jabung Timur, Jambi, Jumat (16/10/2026). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
 
Pengendara melintasi Jembatan Berbak yang diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Simpang, Berbak, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Jumat (16/10/2026). Asap karhutla di beberapa kota/kabupaten Provinsi Jambi terpantau bertambah pekat dalam beberapa hari terakhir, terutama Kecamatan Berbak yang berdampingan langsung dengan sumber api Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) dan Tahura Orang Kayo Hitam (OKH) dan berdasarkan pantauan stasiun Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) kualitas udara di Tanjung Jabung Timur Jumat (16/10) mencapai angka 331 atau masuk kategori berbahaya. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/sgd
Kepungan asap di wilayah tersebut terpantau bertambah pekat dalam beberapa hari terakhir akibat berdekatan dengan sumber api di Taman Nasional Berbak Sembilang dan Tahura Orang Kayo Hitam. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
 
Pengendara melintasi Jembatan Berbak yang diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Simpang, Berbak, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Jumat (16/10/2026). Asap karhutla di beberapa kota/kabupaten Provinsi Jambi terpantau bertambah pekat dalam beberapa hari terakhir, terutama Kecamatan Berbak yang berdampingan langsung dengan sumber api Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) dan Tahura Orang Kayo Hitam (OKH) dan berdasarkan pantauan stasiun Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) kualitas udara di Tanjung Jabung Timur Jumat (16/10) mencapai angka 331 atau masuk kategori berbahaya. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/sgd
Berdasarkan data pemantauan stasiun Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), tingkat pencemaran udara di Tanjung Jabung Timur telah menembus angka 331. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
 
Pengendara melintasi Jembatan Berbak yang diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Simpang, Berbak, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Jumat (16/10/2026). Asap karhutla di beberapa kota/kabupaten Provinsi Jambi terpantau bertambah pekat dalam beberapa hari terakhir, terutama Kecamatan Berbak yang berdampingan langsung dengan sumber api Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) dan Tahura Orang Kayo Hitam (OKH) dan berdasarkan pantauan stasiun Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) kualitas udara di Tanjung Jabung Timur Jumat (16/10) mencapai angka 331 atau masuk kategori berbahaya. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/sgd
Kondisi tersebut menempatkan kualitas udara di kawasan pemukiman warga ke dalam kategori sangat berbahaya bagi kesehatan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
 
Asap di Jambi Bertambah Pekat
Asap di Jambi Bertambah Pekat
Asap di Jambi Bertambah Pekat
Asap di Jambi Bertambah Pekat


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini