Ceuta - Sejumlah perempuan Maroko bertahan di hunian darurat di kompleks Tarajal, Ceuta, setelah gelombang penyeberangan massal dari Maroko pada akhir Juli.
Foto
Hari-hari Migran di Hunian Darurat Ceuta
Sejumlah perempuan Maroko berdiri di samping hunian darurat yang mereka tempati di kompleks industri Tarajal, Ceuta, Spanyol, kemarin. REUTERS/Pedro Nunes
Hunian sederhana tersebut menjadi tempat tinggal sementara bagi sebagian migran yang masih berada di Ceuta setelah gelombang penyeberangan massal dari Maroko menuju wilayah Spanyol pada akhir Juli. REUTERS/Pedro Nunes
Krisis migrasi terjadi pada 30 Juli 2026, ketika puluhan ribu orang memasuki Ceuta melalui jalur darat maupun laut. Pemerintah Spanyol memperkirakan sekitar 50.000 hingga 60.000 orang masuk secara ilegal pada hari tersebut, sementara laporan Reuters pada 1 Oktober menyebut jumlah keseluruhan yang memasuki Ceuta dalam gelombang tersebut mencapai lebih dari 72.000 orang. REUTERS/Pedro Nunes
Sebagian besar migran kemudian meninggalkan Ceuta atau dikembalikan ke Maroko. Namun, ribuan orang masih bertahan di wilayah tersebut. Pada 28 September, Menteri Kebijakan Teritorial Spanyol Angel Victor Torres memperkirakan sekitar 3.500 migran masih berada di luar pusat penerimaan di Ceuta. REUTERS/Pedro Nunes
Kondisi tempat tinggal sementara menjadi salah satu persoalan yang dihadapi para migran. Sebagian migran masih tidur di tempat penampungan yang dibuat secara sederhana, sementara kapasitas fasilitas penerimaan dan akomodasi di Ceuta terbatas. REUTERS/Pedro Nunes
Pemerintah Spanyol terus melakukan penanganan terhadap para migran yang masih berada di Ceuta. Pemerintah menyatakan proses identifikasi dan penanganan kasus dilakukan sembari memperluas kapasitas akomodasi serta menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan dan layanan medis. REUTERS/Pedro Nunes
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































