Jakarta - Pengecoran mustaka Rupang Buddha Nusantara digelar di Jakarta. Prosesi ini menjadi bagian peringatan setengah abad Sagha Theravda Indonesia.
Foto
Rupang Buddha Nusantara Dibentuk dari Donasi Umat
Suara Paritta Suci menggema di Vihāra Jakarta Dhammacakka Jaya, Sunter, Jakarta Utara, saat proses pengecoran mustaka Rupang Buddha Nusantara berlangsung, Minggu (21/6/2026).
Di hadapan puluhan bhikkhu dan umat Buddha, logam hasil donasi dilebur dalam tungku bersuhu tinggi sebelum dituangkan ke dalam cetakan kepala rupang.
Pengecoran mustaka menjadi salah satu momen penting dalam peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia.
Sebelum tiba di Jakarta, bagian-bagian Rupang Buddha Nusantara telah dicor secara bertahap di lima daerah yang mewakili pulau-pulau besar Indonesia.
Medan mewakili Sumatra, Samarinda mewakili Kalimantan, Denpasar mewakili Bali, Palu mewakili Sulawesi, dan Surabaya mewakili Jawa.
Setiap tahap pengecoran melibatkan partisipasi umat Buddha setempat, menjadikan rupang tersebut sebagai simbol persatuan dan kebersamaan lintas daerah.
Seluruh logam yang digunakan berasal dari donasi umat, mencerminkan semangat gotong royong dalam peringatan 50 tahun Saṅgha Theravāda Indonesia.
Pembuatan Rupang Buddha Nusantara berawal dari penemuan Rupang Buddha di reruntuhan kompleks Candi Sewu pada Mei 2025 yang kemudian dijadikan prototipe.
Rupang dengan mudra Bhūmisparsa itu diwujudkan oleh seniman Sugito Sutarmin dari Amertha Art Studio sebagai representasi warisan budaya dan spiritual.
Melalui proses yang melibatkan umat dari berbagai daerah, Rupang Buddha Nusantara diharapkan menjadi simbol persatuan, penghormatan terhadap sejarah, dan warisan berharga bagi generasi mendatang.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































