Jakarta - BGN menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis saat libur sekolah. Kebijakan ini diklaim mampu menghemat anggaran lebih dari Rp3 triliun.
Foto
BGN Stop Pemberian MBG Saat Libur Sekolah
WakilΒ Kepala BGN Agustina Arumsari memberikan pernyataan pers di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (18/6/2026). BGN menyatakan akan menghentikan program pemberian makan bergizi pada saat libur sekolah tahun ajaran 2026.
Penghentian distribusi MBG diatur dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada periode hari libur. Masa libur sekolah berlangsung mulai 22 Juni hingga 23 Juli 2026.
Menurut BGN, langkah ini dilakukan untuk optimalisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya, serta penataan kembali pelaksanaan program MBG. Berbeda dengan periode Ramadan, distribusi kali ini dihentikan sepenuhnya selama liburan.
BGN juga menghentikan insentif operasional bagi SPPG yang tidak beroperasi selama masa penghentian program. Kebijakan tersebut disebut menghasilkan efisiensi anggaran hingga sekitar Rp3 triliun.
Selain efisiensi, BGN mulai melakukan evaluasi penerima manfaat program. Hingga 18 Juni 2026, tercatat 76 sekolah di Pulau Jawa dengan total 39.352 siswa diidentifikasi mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri.
Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk sekolah tersebut akan dialihkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan, seperti masyarakat di daerah 3T, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak yang rentan mengalami masalah gizi.











































