Jejak Dua Dekade Lumpur Lapindo di Sidoarjo

Foto

Jejak Dua Dekade Lumpur Lapindo di Sidoarjo

Rafida Fauzia - detikNews
Minggu, 31 Mei 2026 07:30 WIB

Sidoarjo - Lumpur Lapindo masih mengalir dua dekade setelah pertama muncul di Sidoarjo. Bencana ini mengubah kawasan permukiman dan kehidupan ribuan warga.

A drone view shows steam rising at the site of the Lapindo mudflow, which has been flowing since a 2006 gas exploration accident that swamped villages and permanently displaced tens of thousands of people, in Sidoarjo, East Java province, Indonesia, May 30, 2026. REUTERS/Dipta Wahyu

Foto udara memperlihatkan kawasan semburan Lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (30/5/2026). Lumpur masih terlihat menggenangi area yang selama bertahun-tahun berubah menjadi hamparan lumpur luas. REUTERS/Dipta Wahyu

A drone view shows steam rising at the site of the Lapindo mudflow, which has been flowing since a 2006 gas exploration accident that swamped villages and permanently displaced tens of thousands of people, in Sidoarjo, East Java province, Indonesia, May 30, 2026. REUTERS/Dipta Wahyu

Semburan Lumpur Lapindo pertama kali terjadi pada 29 Mei 2006 di sekitar lokasi pengeboran gas Banjar Panji-1. Peristiwa itu kemudian berkembang menjadi salah satu bencana lingkungan terbesar di Indonesia. REUTERS/Dipta Wahyu

A drone view shows steam rising at the site of the Lapindo mudflow, which has been flowing since a 2006 gas exploration accident that swamped villages and permanently displaced tens of thousands of people, in Sidoarjo, East Java province, Indonesia, May 30, 2026. REUTERS/Dipta Wahyu

Lumpur panas menenggelamkan sejumlah desa dan memaksa puluhan ribu warga meninggalkan rumah mereka. Banyak fasilitas umum, jalan, serta area produktif ikut terdampak. REUTERS/Dipta Wahyu

Foto udara sebuah masjid terbengkalai di pinggir kolam penampungan semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (29/5/2026). Tepat 20 tahun lalu, bencana semburan lumpur panas tersebut kejadiannya pada 29 Mei 2006 telah menenggelamkan desa-desa, merusak ribuan rumah, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, dan infrastruktur lainnya serta hingga saat ini masih aktif mengeluarkan lumpur panas dari dalam bumi. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nz

Kawasan terdampak mencakup belasan desa di wilayah Porong dan sekitarnya. Sebagian wilayah yang dulu menjadi permukiman kini berubah menjadi area tanggul lumpur. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Foto udara sebuah masjid terbengkalai di pinggir kolam penampungan semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (29/5/2026). Tepat 20 tahun lalu, bencana semburan lumpur panas tersebut kejadiannya pada 29 Mei 2006 telah menenggelamkan desa-desa, merusak ribuan rumah, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, dan infrastruktur lainnya serta hingga saat ini masih aktif mengeluarkan lumpur panas dari dalam bumi. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nz

Penyebab semburan sempat menjadi perdebatan panjang. Sejumlah penelitian mengaitkannya dengan aktivitas pengeboran gas, sementara pendapat lain menghubungkannya dengan faktor alam. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Foto udara sebuah masjid terbengkalai di pinggir kolam penampungan semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (29/5/2026). Tepat 20 tahun lalu, bencana semburan lumpur panas tersebut kejadiannya pada 29 Mei 2006 telah menenggelamkan desa-desa, merusak ribuan rumah, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, dan infrastruktur lainnya serta hingga saat ini masih aktif mengeluarkan lumpur panas dari dalam bumi. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nz

Berbagai upaya penanganan dilakukan untuk menahan aliran lumpur, termasuk pembangunan tanggul dan sistem pembuangan. Namun, semburan disebut masih terus berlangsung hingga kini. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Foto udara sebuah masjid terbengkalai di pinggir kolam penampungan semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (29/5/2026). Tepat 20 tahun lalu, bencana semburan lumpur panas tersebut kejadiannya pada 29 Mei 2006 telah menenggelamkan desa-desa, merusak ribuan rumah, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, dan infrastruktur lainnya serta hingga saat ini masih aktif mengeluarkan lumpur panas dari dalam bumi. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nz

Dampak sosial dan ekonomi masih dirasakan sebagian warga terdampak. Sejumlah keluarga harus memulai kehidupan baru setelah kehilangan rumah dan mata pencaharian. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Foto udara sebuah masjid terbengkalai di pinggir kolam penampungan semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (29/5/2026). Tepat 20 tahun lalu, bencana semburan lumpur panas tersebut kejadiannya pada 29 Mei 2006 telah menenggelamkan desa-desa, merusak ribuan rumah, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, dan infrastruktur lainnya serta hingga saat ini masih aktif mengeluarkan lumpur panas dari dalam bumi. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nz

Dua dekade berlalu, Lumpur Lapindo tetap menjadi pengingat atas besarnya dampak bencana terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat di Sidoarjo. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Jejak Dua Dekade Lumpur Lapindo di Sidoarjo
Jejak Dua Dekade Lumpur Lapindo di Sidoarjo
Jejak Dua Dekade Lumpur Lapindo di Sidoarjo
Jejak Dua Dekade Lumpur Lapindo di Sidoarjo
Jejak Dua Dekade Lumpur Lapindo di Sidoarjo
Jejak Dua Dekade Lumpur Lapindo di Sidoarjo
Jejak Dua Dekade Lumpur Lapindo di Sidoarjo
Jejak Dua Dekade Lumpur Lapindo di Sidoarjo


Berita Terkait